2452 

MENELAAH MAKNA HAKIKAT DAN OBYEK JIHAD

Kata jihad popular di dunia Islam, termasuk juga di Indonesia dan merupakan prinsip dari ajaran Islam. Akan tetapi kadang kadang kata jihad  disalah artikan dan direduksi maknanya sehingga jihad dimaknai perang dengan memanggul senjata menyerang orang orang kafir dengan cara kekerasan. Pemaknaan semacam ini  biasanya dimunculkan oleh orang-orang kafir terutama dari  kalangan orientalis yang  dengan sengaja ingin memberikan citra buruk terhadap agama Islam  atau  bahkan dari kalangan umat Islam itu sendiri yang kurang mendalami tentang sumber ajaran , baik yang tertuang dalam al-Qur’an maupun Hadits. Oleh karena itulah dalam tulisan singkat ini penulis ingin memberikan kontribusi pemikiran  permasalahan tentang jihad yang terkait dengan urgensi, hakikat dan obyek jihad.

  • Urgensi jihad

Jihad dalam ajaran Islam menempati posisi yang sangat penting sekali, karena pada intinya jihad itu merupakan usaha serius yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan  yang diinginkan .Kata jihad terambil dari bahasa  Arab “jahd” yang pada mulanya berarti kesulitan atau kesukaran atau terambil dari kata “juhd” yang berate kemampuan.                                        Tanpa  adanya jihad ajaran Islam tidak akan mungkin eksis di muka bumi ini dan bahkan tanpa adanya jihad atau amar ma’ruf  dunia ini akan mengalami kehancuran. Umat manusia didunia ini bisa selamat dengan adanya jihad. Umat manusia di dunia ini ibarat sekelompok orang yang naik pada salah satu kapal. Salah satu  dari mereka ada yang mengambil air dengan jalan pintas dengan melobangi kayu kapal dan sementara salah seorang dari penumpang kapal tersebut tidak ada jihad atau upaya untuk  mengingatkan dan melarangnya sehingga kapal tersebut tenggelam.

Dari ilustrasi ini dapat diambil pengertian, bahwa kita umat islam  kalau sudah tidak peduli terhadap jihad atau amar ma’ruf  nahi mungkar,  tidak ada rasa kepedulian dalam mendakwahkan dan mensosialisakan nilai-nilai kabaikan dan membiarkan kemungkaran maka yang terjadi adalah berbagai kerusakan. Kerusakan ini bisa berupa kerusakan sosial dan kerusakan alam. Kerusakan sosial ini bisa terjadi kalau dalam masyarakat terdapat orang orang yang tidak    bermoral, sehingga yang terjadi adalah tindakan korupsi, perampokan, perjudian dan tindakan tindakan yang lain yang merugikan masyarakat. Kerusakan alam juga akan terjadi, karena manusia yang tidak bermoral akan memperlakukan alam dengan semena-mena hingga alam akan menjadi  rusak yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai bencana, seperti, gempapa bumi, sunami, tanah longsor, banjir, kekeringan dan bencana-bencana yang lain. Karena  jihad begitu penting, maka banyak ayat al-Qur’an dan Hadits yang memperintahkan  untuk berjihad. Allah berfirman di dalam al-Qur’an surat ali Imran ayat : 104

Hendaklah ada seklompok diantara kamu berjihad atau berjuang mengajak kebaikan dan memerintahkan sesuatu  yang ma’ruf, melarang yang mungkar dan mereka itulah orang-orang  yang mendapat keberuntungan

Dalam ayat yang lain juga bahwa kunci untuk mendapatkan keberuntungan adalah dengan cara berjihad memperjuangkan jalan Allah. Hal ini disebutkan dalam surat al-Ma’idah ayat 25 :

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk menuju keridla’annya dan berjihadlah pada jalannNya supaya kamu mendapatkeberuntungan”.

Dalam Hadits juga disebutkan : “Barang siapa yang melihat kemungkaran maka harus berupaya  melarang dengan  tangannya. Kalau tidak mampu dengan tangan melarang dengan lisan dan kalau tidak mampu dengan lisan maka melarangnya dengan hati,akan tetapi hal ini dikategorikan sebagai iman yang paling lemah”

  • Makna Hakikat Jihad

Masih ada kesan dikalangan berbagai pihak bahwa jihad dimaknai sebagai  tindakan kekerasan untuk menyerang orang orang kafir. Jihad semacam ini dalam term al-Qur’an disebut dengan “Qital” atau perang suci. Qital adalah merupakan salah satu bagian dari jihad. Dalam sejarah, nabi pernah  melakukan jihad dalam bentuk perang atau qital akan tetapi dalam rangka pembelaan (difa’) bukan dalam betuk penyerangan (hujum). Jihad  dengan kekerasan dibenarkan dalam kondisi tertentu  yaitu pada kondisi orang kafir bertindak kekerasan terhadap  umat Islam

Dengan demikian hakikat atau makna jidad mempunya cakupan yang sangat luas. Hakikat jihad adalah mencurahkan segala daya upaya dan kemampuan untuk mencapai suatu tujuan. Seorang mahasiswa yang belajar dengan serius agar bisa mendapatkan ilmu dan wawasan yang luas bisa  disebut sebagai       jihad. Seorang da’i yang berdakwah dengan serius sehingga terbentuk suatu masyarakat yang bermoral baik  juga disebut jihad. Seorang  petani yang bekerja yang sunguh-sunguh supaya mendapatkan hasil yang maksimal juga disebut sebagai jihad.

 

  • Obyek jihad

Pada dasarnya obyek jihad itu terdiri dari dua macam, eksternal dan internal. Obyek eksternal jihad adalah apa saja yang ada di luar manusia yang menjadi sasaran jihad. Obyek eksternal jihad ini cakupannya sangat luas sekali. Seperti berjihad memperjuangkan orang yang lemah dalam ekonomi ilmu.. Kalau dikembangkan lebih luas, obyek jihad eksternal ini termasuk juga jihad melawan produk peradaban dan kebudayaan  yang sekiranya bertentangan dengan syari’at, baik kebudayaan yang berupa immateri maupun materi. Perdaban yang berupa immateri misalnya    yang berupa idiologi, faham dan gagasan, seperiti materialism, hedonism, sekularisme, prakmatisme dan paham paham yang lain. Adapun peradaban yang berupa materi yang menjadi obyek eksternal adalah segala produk yang berupa materi yang diciptakan oleh orang kafir, seperti pakaian yang  tidak menutup    aurat, tato dan bentuk-bentuk yang lain.

Adapun oyek jihad  internal adalah jihad  yang sasarannya pada diri seseorang atau yang disebut jihad melawan nafsu atau ego. Jihad melawan nafsu ini dilakukan dengan memaksa diri agar senatiasa berprilaku sesuai dengan tuntutan syari’at. Misalnya memaksa diri untuk bersabar menjalahkan perintah-perintah Allah dan bersabar dalam menjahui larangan-larangaNy. Jihad  melawan nafsu merupakan jihad yang sangat berat. Nafsu selalu berkeinginan pada sesuatu yang menyenangkan pada dirinya walaupun terhadap hal-hal yang bertentangan dengan aturan agama.Disaat adzan salat  subuh  dikumandangkan, nafsu selalu ingin memenuhi kesenangannya untuk tidur padahal salat subuh harus segera  dilaksanakan, maka disini terjadi pertentangan antara berkeinginan untuk tidur dan melaksanakan salat.  Kalau seseorang tersebut memilih melakukansalat berarti dia  menang dalam  berjuang melawan nafsu, akan tetapi kalau memilih untuk  tidur berarti dikalahkan oleh nafsu.

Jihad melawan melawan nafsu, sebagaimana yang disabdakan oleh nabi Muhammmad, merupakan jihad yang paling berat. Dalam konteks ini setelah selesai perang badar nabi pernah mengatakan : “Kita telah selesai melakukan  jihad  kecil  dan sekarang kita menghadapi  jihad yang besar”.  Mendengar ucapapan nabi yang demikian ini salah seorang sahabat bertanya, Jihad apa itu ya rasul  ?. kata nabi “Jihad melawan hawa nafsu”

Paparan tersebut di atas memberikan pengetian, bahwa setiap manusia harus senantiasa berjihad dan berjuang untuk melakukan  segala yang positif supaya mendapat keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Penulis    :    Dr. Zumrodi, M.Ag (Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Islam)  




Back to Top